Macam-macam Haji Yang Wajib Umat Islam Ketahui


May 28, 2019

Ibadah haji adalah termasuk rukun Islam yang kelima dan diwajibkan bagi kita umat Islam untuk haji jika telah mampu dalam segala aspek. Dilansir dari IslamExplored.org, sesuai sunnah haji dibagi menjadi beberapa jenis dan kita memilihnya saat ihram. Jika memang  telah melakukan ihram tapi tidak menentukan dari salah satu jenis niat haji, maka ihramnya akan tetap sah dan begitu juga jika dilakukan niat pada salah satu jenisnya. Kita juga diperbolehkan untuk berpindah niat sebelum melakukan tawaf misalnya dari niat tamattu’ lalu pindah ke qiran atau dari niat ifrad lalu pindah ke qiran dan juga dari qiran berpindah ke ifrad. Untuk itu kita perlu mengetahui apa saja perbedaan pada jenis-jenis haji ini.

Pertama ada Ifrad yang merupakan niat saat ihram hanya melakukan ibadah haji saja. Setelah itu kita masuk ke Makkah untuk melaksanakan tawaf qudum, lalu terus melakukan ihram sampai dengan waktu haji. Lalu menjalankan manasik haji yaitu wukuf di padang Arafah, mabit di Muzdallifah, lontar jumrah aqabah, tawaf ifadhah, sa’iy diantara safa dan marwa, lalu bermalam di Mina untuk kemudian lontar jumrah saat masuk hari tasriq. Setelah tahapan manasik haji dilaksanakan, selanjutnya adalah tahallul kedua dan kemudian keluar dari Makkah dan memulai ihram kembali yang kedua dengan niat menjalankan umrah jika ingin menjalankan manasikanya. Menurut madzab Syafi’i dan Miliki haji ifrad adalah yang paling afdhal.

Lalu ada Tamattu’ yang merupakan haji dnegan mendahulukan ihram untuk umrah. Lalu masuk ke Makkah dan melaksanakan manasik umrah tawaf dan sai kemudian memotong rambut dan tahallul dari ihram. Semua larangan menjadi halal sampai dengan 8 Dzulhijjah lalu ihram untuk haji kemudian menjalankan tahapan seterusnya. Menurut madzab hambali ini adalah haji yang paling afdhal.

Sementara itu ada Qiran yang berniat saat ihram dengan niat menjalankan haji dan umrah, lalu masuk ke Makkah, tawaf qudum dan terus berihram sampai datang manasik haji. Kemudian melasanakan manasik dengan sempurna dan tidak wajib tawaf dan sai umrah karena hanya wajib pada haji saja. Menurut madzab hanafi ini adalah haji yang paling afdhal. (sumber : IslamExplored.org)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *